SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA | RAMADHAN 1432 H

Membangun hubungan

Jika kita mengikuti perkembangan teori-teori marketing terkini oleh berbagai pakar baik dalam maupun luar negeri, maka ada satu trend yang sekarang banyak dipilih untuk menggoalkan strateginya, yaitu strategi marketing berbasis hubungan. Pilihan ini logis untuk dipilih di tengah persaingan yang semakin dahsyat, maka kedekatan hubungan menjadi satu cara yang cukup efektif. Salah satunya adalah membangun hubungan dengan NLP.

Nah…apa itu NLP ? Saya akan coba ulas secara ringkas. Kebetulan saat ini saya sedang mempelajarinya–yang bagi saya–ini ilmu baru, dan saya ingin berbagi dengan anda. Berikut ulasannya, moga bermanfaat.

Neuro Linguistic Programming atau yang biasa dikenal dengan NLP sebenarnya merupakan ilmu yang sudah cukup lama. Karena teori ini sudah dikembangkan tahun 70-an oleh Prof. John Grinder dan Dr. Richard Bandler dari Universitas California Santa Cruz.

Dalam hubungannya dengan marketing, NLP biasa digunakan sebagai upaya penjual untuk mengenal karakter (Mental Maps atau Representational system) yang dimiliki oleh target prospek. Tujuannya adalah agar komunikasi yang terjadi bisa berada dalam satu ‘frekwensi’ yang sama sehingga terjalin hubungan yang lebih baik, dan tentu saja berdampak signifikan pada penjualan.

Dalam mengikutsertakan NLP dalam penjualan, Anda akan dapat :

  1. Menggali lebih banyak tentang orang yang Anda hubungi dalam waktu yang lebih singkat

  2. Menguasai dinamisasi pembentukan hubungan dan kepercayaan

  3. Melihat pola pikir yang lebih disukai melalui gerakan mata, gerak isyarat, dan kata-kata yang digunakan orang

  4. Memperkuat ketajaman sensor Anda dengan menjadi lebih awas atas apapun yang terjadi pada saat menjual

  5. Lebih persuasif dan lebih bisa memengaruhi pada saat menjual


Bagaimana caranya ? Caranya adalah dengan memahami Karakter atau Peta Mental dari prospek kita. Karakter seseorang pada dasarnya dapat dibaca melalui bagaimana cara prospek menggunakan alat inderanya, yaitu penglihatan, pendengaran, peraba, pembau, dan perasa. Dari situ maka karakter seseorang dapat diklasifikasikan dalam 3 bentuk, yakni orang visual, orang auditory, dan orang kinestetik, yang ketiganya memiliki cara-cara berhubungan yang berbeda dan berbeda pula dalam cara menghubunginya. Bagian terbaik dalam penerapan NLP untuk mempengaruhi keputusan membeli (–bukan memaksa membeli) adalah bahwa ia membuat orang sulit menolak Anda dan proposal Anda, karena menolak Anda adalah seperti menolak diri mereka sendiri.

Orang visual adalah orang yang pemikiran utamanya dalam bentuk visual hidup dalam dunia yang terdiri atas gambar-gambar. Mereka punya ingatan visual yang baik. Untuk membuat mereka merasa nyaman, Anda harus berkomunikasi dalam istilah visual yang memungkinkan mereka melihat gambaran jelas dari apa yang Anda sampaikan.

Strategi menjual kepada orang visual : berpakaian rapi dan pantas, berdiri dengan kedua kaki rapat dengan tanah, pancarkan keyakinan, pertahankan kontak mata setiap saat, gunakan alat bantu visual seperti brosur, contoh warna, dan lain-lain.

Sedang orang auditori adalah orang yang berpikir dalam pola yang sangat memperhatikan suara. Mereka biasanya berbicara dengan kecepatan sedang dan menggunakan bahasa tubuh yang moderat. Untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang auditori, Anda harus memberika perhatian pada aspek vokal pesan Anda. Cara Anda berbicara dan cara Anda terdengar merupakan hal penting bagi mereka. Suara, tekanan nada, perubahan nada, dan kecepatan amat berarti bagi orang auditori.

Strategi mejual kepada orang auditori : bicara dengan tingkat kecepatan sedang, turunkan nada anda, simak pada saat mereka berbicara, perhatikan penekanan vokal-nada suara-jeda, jelaskan dengan detil.

Lain lagi dengan orang kinestetik yang bertindak berdasarkan apa yang mereka rasakan. Orang ini mendaptkan informasi dan memproses data dari sentuhan, rasa, gerakan, insting, dan prasangka. Mereka membeli berdasarkan apa yang mereka rasakan. Jika Anda menjual produk, biarkan mereka menyentuhnya, merasakan tekstur dan beratnya.

Strategi menjual kepada orang kinestetik : jabat tangan yang erat, suka menyetuh orang dan disentuh, beri penekanan pada perasaan, beri mereka sesuatu untuk disentuh, dicium dan dirasakan.

Semoga bermanfaat.

sumber : Soul of Syariah